KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur Penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan
rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat,
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah Etika Jurnalistik ini.
Diharapkan
dengan makalah ini selain untuk memenuhi nilai tugas, juga dapat memberi
manfaat bagi para pembaca dimana bisa lebih memahami informasi &
pengetahuan tentang etika jurnalistik di Indonesia maupun sedikit
pengetahuan etika jurnalistik di Negara lain, dan pula dapat menyaring
hal yang lebih di masa depan.
Tak
lepas dengan keterbatasan, makalah ini juga memeliki kekurangan baik dari
kuantitas mapun kualitas. Jadi mohon kritik dan saran apabila terdapat
kesalahan dalam makalah ini.
Penulis,
BAB I
PENDAHULUAN
1.
LATAR
BELAKANG
Dewasa ini, perkembangan teknologi
semakin maju.Banyak manusia yang menggunakan teknologi sebagai kepentingan
pribadi maupun kelompok.Berbagai macam alat-alat teknologi juga telah
berkembang sangat pesat seiring dengan majunya zaman dan pemikiran orang dari
ilmu yang didapat.
Perkembangan dunia IPTEK yang
semakin pesat telah membawa manfaat yang luar biasa untuk kemajuan peradaban
umat manusia.Kemajuan IPTEK yang telah dicapai sekarang benar-benar telah
diakui dan dirasakan oleh seluruh manusia modern serta memberikan kemudahan dan
kenyamanan bagii kehidupan manusia.
Pekerjaan manusia yang dulu hanya
bisa dikerjakan menggunakan tenaga manusia, sekarang telah digantikan oleh
teknologi yang justru juga diciptakan oleh otak manusia.
Tujuannya yaitu untuk memberikan keefisienan, kemudahan, dan
kenyamanan bagi manusia.
Kemajuan teknologi juga memberikan
dampak, baik dampak yang baik maupun dampak yang buruk.
2. TUJUAN
Makalah ini bertujuan untuk
mengakaji perkembangan teknologi dan pengetahuan tentang kamera dari awal
ditemukan sampai sekarang.
BAB II
PEMBAHASAN
1. SEJARAH KAMERA
Kamera
merupakan alat yang berfungsi dan mampu untuk menangkap dan mengabadikan
gambar/image. Kamera pertama kali disebut sebagai camera obscura, yang berasal
dari bahasa latin yang berarti ruang gelap. Camera
obscura merupakan sebuah alat yang terdiri dari ruang gelap atau kotak, yang
dapat memantulkan cahaya melalui penggunaan dua buah lensa konveks, kemudian
menempatkan gambar objek eksternal tersebut pada sebuah kertas/film, film
tersebut diletakkan pada pusat fokus dari lensa tersebut. Camera obscura yang
pertama kalinya ditemukan oleh seorang ilmuwan Muslim yang bernama Alhazen, hal tersebut terdapat
seperti yang dijelaskan pada bukunya yang berjudul Books of Optics (1015-1021).
Gambar
1. Kamera Obscura
Sementara di tahun 1660-an
ilmuwan asal Inggris Robert Boyle dan asistennya Robert Hooke menemukan portable camera obscura. Namun kamera pertama yang cukup praktis dan cukup kecil
untuk dapat digunakan dalam bidang fotografi ditemukan pertama kali oleh Johann Zahn, penemuan tersebut terjadi pada tahun 1685.
Kamera fotografi pada awalnya banyak yang menerapkan prinsip model Zahn, dimana selalu menggunakan slide tambahan yang digunakan
untuk memfokuskan objek. Sistem tersebut adalah dengan memberikan tambahan
sebuah plat sensitif di depan lensa kamera tersebut setiap sebelum melakukan
pengambilan gambar.
Gambar 2. Portable Camera Obscura
Kamera
Obscura adalah awal dari kecanggihan masa kini dalam dunia fotografi yang
ditemukan oleh seorang muslim bernama Al-Haitam atau sering disebut Alhazen.
Peradaban dunia telah banyak berubah melalui kamera.
Karena kamera adalah penemuan penting yang mampu mengubah dunia.Lewat jepretan kamera kita semua dapat mengabadikan momen-monem indah di dunia, hal-hal penting maupun tidak penting di dunia dan yang kita alami.
Karena kamera adalah penemuan penting yang mampu mengubah dunia.Lewat jepretan kamera kita semua dapat mengabadikan momen-monem indah di dunia, hal-hal penting maupun tidak penting di dunia dan yang kita alami.
Tak banyak yang tahu akan seorang penemu muslim Al-Haitam
ini, dikarenakan teknologi saat ini dikuasai oleh orang barat, sehingga
menyangka bahwa kamrea awal ditemukan oleh orang barat, padahal bukan.
Kamera terus
berlanjut, Jacques Daguerre merupakan salah satu dari
orang-orang yang berperan dalam perkembangan teknologi kamera, dan sekaligus
memberikan jasa pada perkembangan dunia fotogarfi kita. Daguerre dilahirkan
tahun 1787 di kotaCormeilles di Perancis Utara.
Pada waktu muda, Jacques Daguerre adalah seorang seniman. Pada
umur 30-an Daguerre merancang diograma,
yang dimaksud dengan diograma adalah barisan lukisan pemandangan yang mempesona
bagusnya, dipertunjukkan dengan bantuan efek cahaya. SementaraDaguerre mengerjakan
pekerjaannya tersebut, Daguerre menjadi tertarik dengan
pengembangan suatu mekanisme untuk secara otomatis melukiskan kembali
pemandangan yang ada di dunia tanpa menggunakan kuas atau cat, yaitu tidak lain
adalah KAMERA.
Di tahun 1827 Daguerre bertemu
dengan Joseph Nicephore Niepce yang juga sedang
mencoba menciptakan kamera. Dua tahun kemudian mereka bekerjasama.
Namun di tahun 1833 Niepce meninggal, akan tetapi Daguerre tetap melanjutkan
percobaannya. Menjelang tahun 1837 ia berhasil mengembangkan sebuah sistem
praktis fotografi yang disebutnya daguerreotype. Tahun
1839 Daguerre memberitahu publik secara terbuka tanpa mempatenkannya. Sebagai
imbalan, pemerintah Perancis menghadiahkan pensiun seumur hidup kepada Daguerre
maupun anak Niepce. Pengumuman penemuan Daguerre menimbulkan kegemparan
penduduk pada saat itu dan ia menjadi seorang pahlawan yang ditaburi berbagai
macam penghormatan serta penghargaan, sementara metode daguerreotype dengan cepat berkembang dan banyak
digunakan oleh khalayak. Daguerre sendiri segera pensiun. Dia meninggal tahun
1851 di kota asalnya dekat Paris.
Seiring dengan berjalannya
waktu, perkembangan teknologi kamera semakin hari berkembang semakin pesat.
Fungsi dan kebutuhan penggunaanya pun semakin luas dirasakan oleh berbagai
pihak. Kamera tidak hanya digunakan sekedar untuk menangkap objek yang
berfungsi sebagai kenang-kenangan semata, tetapi juga digunakan untuk menangkap
objek yang sedang bergerak. Sebut saja perkembangannya kemudian seperti kamera
video, kamera mikro, kamera sensor dan lain sebagainya. Perkembangannya pun
telah meliputi berbagai bidang, seperti pada bidang sinematografi, pendidikan,
kedokteran, dan bahkan sampai pada bidang sistem pertahanan dan keamanan pun
tidak terlepas dari penggunaan teknologi kamera ini.
1.2. Sejarah Kamera Digital
Fotografi digital merupakan salah satu inovasi terbaik
dalam dunia fotografi. Kehadirannya telah mengubah paradigma masyarakat yang
menganggap bahwa fotografi adalah suatu bidang yang mahal dan sulit untuk
dikuasai. Fotografi digital benar-benar bisa memberikan kepraktisan dan
kemudahan bagi setiap orang untuk membuat sebuah foto yang baik. Dengan
perkembangan teknologi yang pesat, dan beragam fitur untuk membuat foto yang
bagus, muncul sebuah ungkapan bahwa setiap orang bisa menjadi fotografer
profesional.
Bila ditelusuri dari sejarahnya, maka kita akan kembali
ke tahun 1960-an. Di mana dunia sedang mengalami revolusi besar-besaran di
bidang teknologi digital dan elektronik. Eugene F. Lally, seorang teknisi dari Jet Propulsion Laboratory NASA adalah orang pertama yang mencetuskan ide untuk
mendigitalisasi sebuah foto. Saat itu tujuannya adalah untuk mempermudah
pengiriman foto secara langsung dari misi-misi luar angkasa Amerika Serikat.
Pada tahun 1970an, dunia jurnalistik turut mempengaruhi
kemunculan kamera digital. Saat itu, terdapat sebuah tuntutan untuk
menghadirkan foto dari suatu peristiwa yang terjadi, secepat mungkin. Maka
digunakanlah media pemindai foto (scanner). Sebuah foto dipindai
menjadi data elektronik, kemudian dikirimkan melalui jalur telepon. Akan
tetapi, cara ini juga masih dianggap merepotkan, karena terjadi penurunan
kualitas gambar yang cukup signifikan dan proses pengiriman foto pun masih memerlukan
waktu yang relatif lama. Untuk menjawab persoalan ini, diperlukan
suatu kamera yang bisa secara langsung menciptakan foto yang berupa data
elektronik. barulah pada bulan Desember tahun 1975, seorang teknisi dari
perusahaan Kodak yang bernama Steven Sasson, menjadi orang pertama yang menemukan Kamera Digital.
Kamera yang dibuatnya, menggunakan sensor CCD sebagai
media penerimaan gambar dan hanya mampu menghasilkan foto hitam putih dengan
resolusi sebesar 0,01 megapixel (320 x 240 pixel). Media penyimpanannya adalah
sebuah kaset tape, sedangkan untuk melihat hasil gambar, kamera ini
harus disambungkan terlebih dahulu dengan sebuah televisi. Kamera ini mempunyai
bobot seberat 3,6 kg dan membutuhkan waktu tak kurang dari 23 detik untuk
memproses satu buah foto.
Gambar 3. Kamera Digital Pertama
Walaupun kamera digital model pertama ini masih belum
praktis dan belum sepenuhnya menjawab persoalan-persoalan yang terjadi, tapi
alat ini telah menjadi awal mula dari kemudahan dan kepraktisan teknologi
fotografi digital yang kita nikmati sekarang ini. Setelah penemuan dari kamera
digital model pertama, kamera-kamera digital selanjutnya terus bermunculan
dengan perbaikan-perbaikan dari model sebelumnya, dengan berbagai fitur serta
kemampuan yang baru.
Ada bebrapa sensor yang digunakan dalam kamera digital.
Namun pada kenyataannya, hanya ada dua jenis sensor yang sering digunakan yaitu
sensor CCD(charge coupled device) dan CMOS( Complementary metal
oxide semicondictor). Sensor CCD merupakan keping silikon yang terbentuk
dari ribuan(bahkan jutaan) dioda foto sensitif yang disebutphotosite,photo
element,atau pixel. Setiap pixel menangkap satu titik objek, kemudian
merangkainya dengan hasil tangkapan pixel lain hingga menjadi gambar. Sedangkan
CMOS adalah sirkuit kecil yang ditempelkan pada keping silikon. Sirkuit ini
bisa mengatasi kekurangan pada sensor CCD dalam hal ukuran karena lebih kecil.
Dari segi teknologi dan harga pun CMOS bisa memberi harapan yang baik.
Kamera bersensor CMOS memberi keuntungan-keuntungan yang
tidak didapat pada kamera bersensor CCD. Sensor CMOS bisa digabungkan dengan
rangkaiaan lain untuk keperluan tertentu sehingga harganya bisa ditekan. Bentuk
kamera pun dimungkinkan lebih kecil dan ringan. Kelebihan lainnya adalah sensor
CMOS bisa berubah dari mode pemindaiaan gambar menjadi mode pemindai gambar
bergerak. Ini menjadikan kamera digital bisa sekaligus menjadi sarana untuk
merekam video sekaligus. Sensor CMOS juga mempunyai daya tahan lebih lama
daripada sensor CCD
Terlepas dari segala kelebihannya dibandingkan dengan
kamera bersensor CCD, kamera bersensor CMOS juga memiliki kekurangan. Bahkan
secara keseluruhan, kamera bersensor CCD jauh lebih baik dibandingkan dengan
kamera bersensor CMOS. Hal ini dikarenakan kualitas gambar yang dihasilkan
kamera bersensor CCD lebih baik daripada kualitas gambar yang dihasilkan kamera
bersensor CMOS. Noise yang dihasilkan juga tidak sebanyak kamera bersensor
CMOS.
2.
Cara
Kerja Kamera Sederhana
Sekarang kita akan belajar bagaimana cara kerja kamera
secara sederhana.
Gambar 4. Cara Kerja Kamera secara Sederhana
1. Pertama kita analogikan melihat pensil di ujung meja
tulis. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu masuk ke badan kamera.
Gambar 5. Cahaya datang dan memantul dari pensil lalu
masuk ke badan kamera
2. Cahaya yang masuk ke kamera lalu mengenai lensa optic (
lensa convex / lensa cembung ). Lensa ini yang akan memfokuskan cahaya yang
diterima berupa bayangan terbalik kesuatu tempat yang disebut film.
Gambar 6. Proses pembentukan bayangan
3. Proses kimia terjadi pada saat film terkena cahaya dan
membentuk sebuah pola gambar. Hanya bagian film yang terkena cahaya yang akan
terbakar dan hangus, sedangkan bagian yang lainnya tetap. Dahulu film dibuat
dari lempengan kaca yang bercampur bahan kimia yang langsung merekam cahaya.
Perak dan kapur adalah campuran pertama kali yang digunakan untuk membuat
lempengan tersebut. Tapi sekarang, film dibuat dari bahan plastik dan dilapisi
emulsi garam perak halida supaya peka menangkap cahaya. Film yang digunakan
untuk foto hitam putih menggunakan satu lapis senyawa garam perak halida.
Sedangkan penggunaan foto berwarna menggunakan minimal 3 lapis.
Gambar 7. Analogi Reaksi Kimia
4. Hasil dari penangkapan film adalah sebuah klise / negatif
yaitu lembaran hitam. Kemudian film dicetak pada kertas foto. Karena cahaya
dapat merusak hasil film yang rentan terbakar sehingga proses pencetakan atau
pencucian dilakukan pada ruang gelap. Berikut adalah contoh klise yang saat ini
sudah hampir tidak dipakai lagi.
Gambar 8. Contoh klise
4.2. Cara
Kerja Kamera Digital
Kamera digital adalah piranti yang secara elektronik
menangkap gambar dan menyimpannya dalam memori digital, tidak lagi membutuhkan
bantuan film untuk media hasil jepret. Cara kerja kamera digital terjadi
saat kita menekan tombol shutter.
Gambar 9. Contoh kamera digital
1. Kita memotret gambar pohon dengan kamera digital. Cahaya
gambar datang dari pohon ke kamera dan mengenai lensa kamera. Tugas lensa
adalah meletakkan bayangan gambar ke arah sensor CCD.
2. CCD ( Charge Coupled Device ) atau dikenal sebagai sensor
CCD ialah sebuah alat yang berfungsi menangkap gambar seukuran kuku atau anggap
saja sebesar micro sd card ponsel selular. CCD mempunyai banyak titik sensor /
grid yang sangat sensitif terhadap cahaya. Gambar yang dihasilkan akan semakin
tinggi resolusinya dan semakin halus jika mempunyai banyak titik sensor.
Semakin besar jumlah titik sensor berbanding lurus dengan jumlah pixel yang
dihasilkan. Sebuah CCD dapat memiliki jutaan sensor di dalamnya. Tiap kecerahan
warna RGB ( Red Green Blue ) akan disimpan dalam satu titik sensor. Jadi tugas
CCD adalah menangkap sinyal analog / gambar lalu mengubahnya menjadi sinyal
listrik
.
Gambar 10. Charge Coupled Device
3. Proses kompresi format gambar ( contoh : RAW / JPEG )
dilakukan pada bagian pemrosesan gambar yang mengubah sinyal listrik menjadi
sinyal digital dengan konverter ADC ( Analog/Digital Converters ).
Gambar 11. Pemrosesan gambar yang mengubah sinyal listrik
menjadi sinyal digital
4. Setelah gambar diubah menjadi sinyal digital, maka akan
diproses oleh chip processors komputer yang dimiliki setiap kamera. Fitur
tambahan yang diberikan chip berupa software ( firmware ) yang memiliki
kemampuan berbeda-beda tergantung dari produsen kamera digital ( contoh : Casio
/ Kodak / Canon / Pentax / Olympus ) tersebut. Software pada kamera juga
menentukan hasil akhir gambar yang dihasilkan. Beberapa fitur yang ada misalnya
sephia, black & white, backlight, white balance, face recognation, anti
shake, super steady shot, vibration reduction, dll.
Gambar 12. Chip Processors
5. Proses terakhir cara kerja
kamera digital adalah mengirim data
digital tersebut untuk disimpan pada memory card. SD atau CF adalah salah satu
contoh memory card pada kamera digital.
Cara kerja kamera mudah untuk dimengerti, dan hampir semua teknologi
kamera saat ini berawal dari kamera sederhana / konvensional. Saat ini, untuk
mencetak sebuah gambar pada kertas foto tidak menggunakan kertas film lagi.
Banyak orang beralih ke kamera digital. Kamera modern menggunakan proses
elektronik dan menyimpan hasilnya pada sebuah kartu / memory card. Hasil foto
bisa dilihat secara langsung secara digital.
3.
PERKEMBANGAN
KAMERA DARI MASA KE MASA
Kegiatan yang berkaitan dengan memotret diyakini sudah
ada sejak dahulu kala, bahkan sejak istilah photography itu
sendiri ada. Memotret diyakini sudah ada sejak abad ke 13, namun ada beberapa
sumber yang mengatakan bahwa kegiatan ini sudah ada jauh sebelum abad ke 13.
Ketika itu manusia akan melihat sesuatu dari bilik bangunansebesar rumah gelap
yang diberi lubang sebesar lubang jarumyang disebut pinhole. Bangunan gelap
tersebut disebut camera obscura, dari bahasa latin camera yang
artinya kamar, sedangkan obscura berarti gelap(Audy Mirza
Alwi,2004:18).
Pada abad ke 15, terdapat perkembangan dari bentuk kamera
tersebut. Kamera yang sebelumnya membutuhkan ruangan besar, sekarang menjadi
diperkecil seukuran telivisi atau radio. Dengan perubahan bentuk ini, kamera
tersebut dianggap sudah modern pada masanya karena memudahkan manusia
membawanya. Fungsi dari adanya kamera ini adalah untuk melihat proyeksi bagi
seniman yang akan melukis. Seniman pada masa itu yang memanfaatkan teknologi
ini adalah pelukis ternama sekelas Leonarno da Vinci.
Setelah bentuk camera obscura dipekecil
dan mudah dibawa kemana-mana, ada dua orang peneliti dari Inggris dan Prancis
yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai kamera itu. Adalah Louis Dagguerre
dan William Henry Fox Talbot yang melakukan penelitian tersebut. Penelitian
yang dilakukan ditujukan untuk mengetahui apakah proyeksi yang dihasilkan bisa
direkam melalui plat/kertas yang diberi senyawa kimia yang diletakan di
atasnya. Penelitian Dagguerre diperoleh hasil yang kira-kira sama dengan teknik
cetak positif sekarang ini. Hasil penelitiannya ini disebut daguerreotype.Sementara
dari penelitian Talbot diperoleh bahwa hasil akhir kira-kira sama dengan hasil
cetak negatif pada masa sekarang ini. Dari polemik yang timbul dari dua
peneliti inilah akhirnya lahir istilah photograpy. Istilah ini
dikemukakan pertama kali oleh ilmuwan asal Inggris lainnya, yaitu Sir John
Herschell pada tahun 1839. Arti dari photography sendiri
adalah melukis/ menulis dengan cahaya. Kata ini diambil dari bahasa Yunani
yaitu photos yang artinya cahaya dan graphos yang
artinya menulis/melukis.
Terdapat perkembangan dari berbagai jenis kamera sejak
masa ditemukannya kamera pertama. Setiap perkembangan itu selalu diiringi
perubahan baik dari segi bentuk, fungsi dan teknologi. Berikut adalah
perkembangan jenis kamera dari masa ke masa :
1. Daguerreotypes dan Calotypes.
Louis Daguerre dan Joseph Nicéphore Niépce menemukan metode
fotografi praktis pertama, yang bernama Daguerreotype, pada 1836.Daguerre
dilapisi pelat tembaga dengan perak, kemudian tambahkan dengan uap yodium untuk
membuatnya sensitif terhadap cahaya.
Gambar itu dihasilkan oleh uap merkuri dan dengan larutan kuat garam biasa (natrium klorida). Henry Fox Talbot menyempurnakan proses yang berbeda, calotype, pada 1840. Kedua kamera yang digunakan sedikit berbeda dari model yang Zahn, dengan piring peka atau selembar kertas ditempatkan di depan layar monitor untuk merekam gambar. Berfokus pada umumnya melalui kotak geser.
Gambar itu dihasilkan oleh uap merkuri dan dengan larutan kuat garam biasa (natrium klorida). Henry Fox Talbot menyempurnakan proses yang berbeda, calotype, pada 1840. Kedua kamera yang digunakan sedikit berbeda dari model yang Zahn, dengan piring peka atau selembar kertas ditempatkan di depan layar monitor untuk merekam gambar. Berfokus pada umumnya melalui kotak geser.
3. Dry Plates.
Pelat kering collodion telah ada sejak 1855, berkat karya
Désiré van Monckhoven, hingga sampai ada penemuan baru dari pelat kering
gelatin pada tahun 1871 oleh Richard Leach Maddox dengan kecepatan dan kualitas
lebih baik. Juga, untuk pertama kalinya, kamera bisa dibuat cukup kecil untuk
dipegang tangan, atau bahkan tersembunyi.Ada proliferasi dari berbagai desain,
dari refleks tunggal dan lensa ganda untuk kamera besar dan kamera genggam.
4. Kodak dan Lahirnya Film.
Penggunaan film fotografi dipelopori oleh George Eastman,
dimulai dari kertas film manufaktur pada 1885 sebelum beralih ke seluloid pada
tahun 1889. Kamera pertamanya, yang ia disebut "Kodak," pertama kali
ditawarkan untuk dijual pada tahun 1888. Itu adalah kotak kamera yang sangat
sederhana dengan lensa fixed-focus dan kecepatan rana tunggal, dengan harga
yang relatif rendah.
Pada tahun 1900, Eastman mengambil pasar massal fotografi satu langkah lebih jauh dengan Brownie, kotak kamera sederhana dan sangat murah yang memperkenalkan konsep snapshot.
5. Compact Camera dan Canon.
Pada tahun 1900, Eastman mengambil pasar massal fotografi satu langkah lebih jauh dengan Brownie, kotak kamera sederhana dan sangat murah yang memperkenalkan konsep snapshot.
5. Compact Camera dan Canon.
Oskar Barnack, yang bertanggung jawab atas penelitian dan pengembangan
di Leitz, memutuskan untuk menyelidiki dengan menggunakan 35 mm film cine untuk
kamera dalam percobaannya untuk membangun sebuah kamera kompak yang mampu
membuat pembesaran berkualitas tinggi.
Dia membangun prototipe kamera 35 mm nya (Ur-Leica) sekitar tahun 1913, meskipun pengembangan lebih lanjut ditunda selama beberapa tahun akibat Perang Dunia I. Leitz diuji pasarkan antara tahun 1923 dan 1924. Kamera tersebut memperoleh respon sangat baik dari para konsumen sehingga para pesaing pun mulai bermunculan salah satunya adalah Canon yang dibuat oleh Jepang.
Pada tahun 1936 Canon 35 mm menjadi saingan berat, sebuah versi perbaikan dari prototipe Kwanon 1933. Kamera Jepang ini mulai menjadi populer di Barat setelah veteran Perang Korea dan tentara ditempatkan di Jepang membawanya kembali ke Amerika Serikat dan di beberapa tempat lain.
Dia membangun prototipe kamera 35 mm nya (Ur-Leica) sekitar tahun 1913, meskipun pengembangan lebih lanjut ditunda selama beberapa tahun akibat Perang Dunia I. Leitz diuji pasarkan antara tahun 1923 dan 1924. Kamera tersebut memperoleh respon sangat baik dari para konsumen sehingga para pesaing pun mulai bermunculan salah satunya adalah Canon yang dibuat oleh Jepang.
Pada tahun 1936 Canon 35 mm menjadi saingan berat, sebuah versi perbaikan dari prototipe Kwanon 1933. Kamera Jepang ini mulai menjadi populer di Barat setelah veteran Perang Korea dan tentara ditempatkan di Jepang membawanya kembali ke Amerika Serikat dan di beberapa tempat lain.
6. TLRs, SLRs dan Nikon.
Kamera pertama dengan refleks praktis dibuat oleh Franke
& Heidecke Rolleiflex media dengan nama TLR tahun 1928. Meskipun secara
single twin-lens reflex kamera ini tersedia selama beberapa dekade, dengan
kepopuleran yang cukup lama.
Sebuah revolusi serupa di desain SLR dimulai pada tahun 1933 dengan pengenalan Ihagee Exakta, SLR kompak yang digunakan 127 rollfilm.Hal ini diikuti tiga tahun kemudian oleh penemu barat pertamakali dengan SLR menggunakan film 35mm, yang Kine Exakta.
Pada tahun 1952 Asahi Optical, perusahaan yang kemudian menjadi terkenal untuk kamera Pentax memperkenalkan SLR Jepang pertama menggunakan film 35mm, yang disebut Asahiflex.Beberapa pembuat kamera Jepang lainnya juga memasuki pasar SLR pada 1950-an, termasuk Canon, Yashica, dan Nikon.
Nikon masuk pasaran dengan nama Nikon F, denga kualitas hasil potret yang sanga baik dan membuatnya populer. Seri F bersama dengan seri sebelumnya S dari kamera pengintai tersebut membuat reputasi Nikon sebagai pembuat peralatan profesional berkualitas.
Sebuah revolusi serupa di desain SLR dimulai pada tahun 1933 dengan pengenalan Ihagee Exakta, SLR kompak yang digunakan 127 rollfilm.Hal ini diikuti tiga tahun kemudian oleh penemu barat pertamakali dengan SLR menggunakan film 35mm, yang Kine Exakta.
Pada tahun 1952 Asahi Optical, perusahaan yang kemudian menjadi terkenal untuk kamera Pentax memperkenalkan SLR Jepang pertama menggunakan film 35mm, yang disebut Asahiflex.Beberapa pembuat kamera Jepang lainnya juga memasuki pasar SLR pada 1950-an, termasuk Canon, Yashica, dan Nikon.
Nikon masuk pasaran dengan nama Nikon F, denga kualitas hasil potret yang sanga baik dan membuatnya populer. Seri F bersama dengan seri sebelumnya S dari kamera pengintai tersebut membuat reputasi Nikon sebagai pembuat peralatan profesional berkualitas.
7. Kamera Analog.
Kamera analog mulai muncul pada tahun 1981 dari Sony Mavica
(Magnetic Video Camera).Ini adalah kamera analog, yang mencatat sinyal pixel
terus menerus, sebagai mesin rekaman video.
Kamera elektronik Analog berikutnya ditahun 1986 adalah Canon RC-701. Canon pertama kali menjadi kamera untuk memotret Olimpiade 1984, mencetak foto Yomiuri Shinbun, dalam surat kabar Jepang. Di Amerika Serikat, publikasi pertama yang menggunakan kamera ini untuk reportase nyata dalam USA Today, untuk pertandingan Bisbol World Series.
Namun ternyata kamera analog kurang mendapat respon baik karena beberapa faktor seperti biaya mahal (hingga US $ 20.000), kualitas gambar yang buruk dibandingkan dengan film, dan kurangnya printer terjangkau berkualitas.
Kamera elektronik analog pertama dipasarkan ke konsumen mungkin Canon RC-250 Xapshot pada tahun 1988. Sebuah kamera analog terkenal diproduksi pada tahun yang sama adalah Nikon QV-1000C, dirancang sebagai kamera pers dan tidak ditawarkan untuk dijual kepada pengguna umum, yang dijual hanya beberapa ratus unit. Dapat merekam dalam skala abu-abu, dan kualitas di cetak surat kabar sama dengan kamera film. Dalam penampilan itu mirip digital single-lens reflex kamera modern.Gambar yang disimpan pada disket video.
Kamera elektronik Analog berikutnya ditahun 1986 adalah Canon RC-701. Canon pertama kali menjadi kamera untuk memotret Olimpiade 1984, mencetak foto Yomiuri Shinbun, dalam surat kabar Jepang. Di Amerika Serikat, publikasi pertama yang menggunakan kamera ini untuk reportase nyata dalam USA Today, untuk pertandingan Bisbol World Series.
Namun ternyata kamera analog kurang mendapat respon baik karena beberapa faktor seperti biaya mahal (hingga US $ 20.000), kualitas gambar yang buruk dibandingkan dengan film, dan kurangnya printer terjangkau berkualitas.
Kamera elektronik analog pertama dipasarkan ke konsumen mungkin Canon RC-250 Xapshot pada tahun 1988. Sebuah kamera analog terkenal diproduksi pada tahun yang sama adalah Nikon QV-1000C, dirancang sebagai kamera pers dan tidak ditawarkan untuk dijual kepada pengguna umum, yang dijual hanya beberapa ratus unit. Dapat merekam dalam skala abu-abu, dan kualitas di cetak surat kabar sama dengan kamera film. Dalam penampilan itu mirip digital single-lens reflex kamera modern.Gambar yang disimpan pada disket video.
1.Kamera
Format Besar
Disebut kemera format besar karena ukuran dari kamera ini
memang besar. Ukurannya kira-kira setara dengan kamera pada masa Leonardo da
Vinci yaitu sebesar televisi atau radio. Kamera ini menggunakan film dalam
ukuran besar dan berupa lembaran bukan dalam bentuk gulungan. Karena ukurannya
yang amat besar ini, kamera ini digunakan hanya untuk membidik objek yang tidak
banyak bergerak. Kaca pembidik terletak di belakang kamera. Fungsinya adalah
untuk melihat objek dan tempat untuk meletakan film saat memotret. Hasil foto
dari kamera format besar sangat bagus dan tajam. Ukurannya foto yang dihasilkan
bisa dibesarkan hingga seukuran papan reklame tanpa mengurangi kualitas dan
mutu gambar. Jenis kamera ini sering juga disebut view camera.
Beberapa dasawarsa pada awal fotografi, pembesaran foto
sulit dilakukan dan mahal. Hasilnya pun terkadang tidak memuaskan, hasilnya
hanya gambaran yang serba kabur. Banyak pemotret yang menggunakan kamera besar.
Dan selalu saja kamera yang lebih besar dibuat bila ada permintaan untuk
membuat foto yang semakin besar. Salah satu kamera yang amat besar adalah yang
dibuat oleh C. Thurston Thompson, seorang fotografer Inggris pada tahun 1858.
Spesialisasi Thompson adalah membuat foto reproduksi karya seni. Kamera
Thompson panjangnya sekitar 3,6 meter untuk membuat foto sebesar 91 cm persegi.
Namun kamera terbesar dibuat di Amerika Serikat sekitar tahun 1900 dan
dinamakan "the Mammoth". Kamera ini dirancang untuk para pejabat
perusahaan kereta api "Chicago and Alton Railroad Company" yang
bermaksud membuat satu foto yang sempurna dari kereta api mewah mereka yang
baru. Setelah tugas itu selesai, nasib kamera Mammoth mirip makhluk prasejarah
yang namanya digunakan. Kamera itu lenyap tak pernah dibuat lagi, korban dari
kebesaran ukurannya yang membuatnya serba kaku untuk dipindah-pindah.
2.Kamera
Format Sedang
Kamera jenis ini merupakan perkembangan dari kamera
format besar. Perubahan yang paling menonjol jika dibandingkan dengan kamera
sebelumnya adalah pada bentuknya yang lebih kecil. Hal ini menyebabkan semakin
mudahnya kamera dibawa kemana-mana. Film yang digunakan juga berukuran lebih
kecil. Selain itu film juga tidak dalam bentuk lembaran lagi, namun sudah dalam
bentuk roll atau gulungan. Tempat bidikan juga mengalami perubahan yaitu diletakan
di atas kamera. Film yang sebelunya dijadikan satu dengan tempat bidikan tetap
ditempatkan sendiri di belakang kamera. Terdapat perubahan pula dari segi
cermin refleksi. Jika kamera sebelumnya masih belum ada, pada kamera jenis ini
sudah ada. Proyeksi lensa tidak terbalik melainkan terlihat apa adanya seperti
mata melihat langsung.
3.Kamera
format kecil (SLR-35mm)
Kamera ini merupakan perkembangan selanjutnya dari
kamera-kamera sebelumnya. Bentuk dari kamera ini lebih kecil dan film yang
digunakan berformat film bioskop 35mm. Kamera ini dibuat dengan menggunakan
sistem pencari ketajaman range finder, yaitu menggabungkan dua proyeksi lensa
dari objek yang diabadikan. Oleh karena itu kamera ini disebut kamera range finder.
Untuk memudahkan mencari ketajaman, dibuat penta prisma di bagian atas kamera.
Penta prisma sendiri adalah lima cermin berbentuk prisma yang berfungsi
merefleksikan kembali mirror ke kaca pembidik. Kamera SLR-35mm
adalah kamera yang banyak digunakan baik untuk pemotretan dalam maupun luar
studio. Pada masa sekarangpun format kamera ini masih digunakan di beberapa
kamera digital
4.Kamera
istimewa
Melihat namanya yang memakai istilah istimewa, kamera ini
memang memiliki keistimiwaan cara kerja yang berbeda dengan kamera lainnya. Kamera
ini tidak mengunakan tombol kecepatan dan diafragma. Para fotografer tinggal
mengklik tombol kamera dan foto akan jadi. Kamera ini juga tidak mempunyai
fokus karena sudah dirancang sedemikian rupa untuk mengatur fokus di berbagai
jarak. Hasilnya adalah gambar yang tajam kecuali pada jarak kurang dari satu
meter. Beberapa contoh dari kamera jenis ini adalah kamera saku, kamera bawah
air, kamera langsung jadi, kamera kedokteran dan sebagainya.
4.1. Kamera Polaroid
Kamera jenis ini memakai lembaran polaroid yang langsung
memberikan gambar positif sehingga pemotret tidak perlu melakukan proses cuci
cetak film.
Gambar 13. Kamera Polaroid
4.2. Kamera Saku
Jenis yang paling populer digunakan masyarakat umum.
Lensa utama tak bisa diganti,umumnya otomatis atau memerlukan sedikit
penyetelan Cahaya yang melewati lensa langsung membakar medium. Kelemahan film
ini adalah gambar yang ditangkap oleh mata akan berbeda dengan yang akan
dihasilkan film, karena ada perbedaan sudut pandang jendela pembidik (viewfinder) dengan lensa.
Gambar 14. Kamera Saku
5.Kamera
Advance Photo System
Ciri
utama dari kamera ini adalah film yang digunakan sama dengan film kamera 35 mm.
Perbedaan yang ada hanya pada ukuran film ynag lebih kecil, begutu pula dengan
bentuk kameranya. Hasil kamera advance photo system(APS) berbeda dengan hasil
foto kamera 35 mm. Jika kamera 35 mm berupa negatif dan untuk memperoleh hasil
positifnya harus dicetak maka hasil foto kamera APS hanya positif saja. Tetapi
hasil foto itu tidak ditaruh dalam bingkai-bingkai kecil seperti halnya film
positif(slide) kamera 35 mm, melainkan digulung kembali dalam wadahnya. Hasil
foto kamera APS ini terbilang sangat bagus karena film terlindungi dalam
kaset.Namun kekurangannya adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk kamera dan
film relatif mahal.
6.Kamera Digital
Kamera ini adalah perkembangan jenis kamera paling
mutakhir dan masih digunakan sebagai ujung tombak dalam hal fotografi.
Keutamaan dari kamera ini adalah adanya memory penyimpanan dalam bentuk digital
yang terbuat dari unsur kimia. Data digital mudah dipindahkan dan bisa memuat
banyak foto. Cara kerja kamera ini ada pada CCD yang menyerap cahaya dari objek
yang dibidik. Disini cahaya diubah menjadi titik-titik yang jumlahnya mencapai
ribuan, bahkan jutaan. Titik itu kemudian membentuk suatu foto. Jika titik yang
didapat banyak dan rapat, maka gambar akan bagus dan padat, begitu juga sebalinya.
Jumlah titik ini ditentukan oleh resolusi kamera.
Kamera jenis ini merupakan kamera yang dapat bekerja
tanpa menggunakan film. Si pemotret dapat dengan mudah menangkap suatu objek
tanpa harus susah-susah membidiknya melalui jendela pandang karena kamera
digital sebagian besar memang tidak memilikinya. Sebagai gantinya, kamera
digital menggunakan sebuah layar LCD yang
terpasang di belakang kamera. Lebar layar LCD pada setiap kamera digital berbeda-beda.
Sebagai media penyimpanan, kamera digital
menggunakan internal memory ataupun external memory yang
menggunakan memory card.
Gambar 15. Kamera Digital
Jika kita memperhatikan perubahan jenis kamera dari yang
paling sederhana hingga yang paling modern, maka terdapat perubahan dalam alat
teknologi fotografi. Namun pada dasarnya, prinsip fotografi tetap sama.
Perubahan yang tampak sederhana ini membawa dampak teknis yang besar di
kehidupan masa kini.
Kamera Ponsel
Kamera ponsel ini menjadi trend teknologi modern yang menjadi salah satu faktor dalam kesuksesan pemasaran smartphone dengan kualitas potret dan rekaman yang beragam dengan penawaran harga termurah hingga paling mahal.
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Sebelum
kamera ditemukan, orang membuat gambar dengan melukis atau menggambar.Itu
membutuhkan waktu dan bisa tidak akurat.Ditemukannya kamera obskura merupakan
tonggak perubahan adanya kamera yang kita manfaatkan saat ini.Kamera
memungkinkan orang untuk membuat catatan visual dari kehidupan mereka dan
kejadian penting.Tiba-tiba orang bisa melihat foto-foto suatu tempat yang
jauh.Kamera membawa seluruh dunia menjadi lebih dekat dan
terbayangkan.Foto-foto mulai mempengaruhi orang-orang dan berpendapat tentang
dunia. Kamera membawa perubahan besar pada kehidupan
Saat ini, untuk mencetak sebuah gambar pada
kertas foto sudah tidak menggunakan kertas film lagi. Kini kamera modern yang
disebut kamera digital menggunakan proses elektronik dan menyimpan gambar hasil
pemotretan pada sebuah kartu (memory card). Hasil foto bisa dilihat secara
langsung secara digital tanpa harus melalui proses pencetakkan terlebih dahulu.
Sampai sekarang cara kerja kamera modern masih dikembangkan oleh setiap
produsen kamera.
DAFTAR
PUSTAKA
Makalah Perkembangan Kamera, http://www.academia.edu/7723356/Makalah_Perkembangan_Kamera?login=&email_was_taken=true
Berbagi
Pengetahuan http://kotakpengetahuan.blogspot.com/2013/10/sejarah-perkembangan-kamera.html
0 Comments






















